Jakarta Office
0812 978 978 59
0877 7739 2017
Surabaya Office
0878 556 556 99
0813 9999 5089
Medan Office
0813 1888 5166
0852 8110 1081
Bahasa
  • ID
  • Eng
  • Thai
  • CN
Kisah Pasien

Berkat Intervensi Minimal Invasif, setelah kanker Stadium 4, saya bisa melanjutkan hidup dengan baik. ——Serangkaian Laporan Acara Reuni Penyintas Kanker Bertema "In Long Years of Fighting Cancer, Feeling Warm in Modern Cancer Hospital"

Dibaca:
124
Dibagikan:
0
Haryati Lawidjaja(Fey)
Haryati Lawidjaja(Fey)
"Saya percaya, semua yang terjadi dalam hidup saya adalah atas seijin Tuhan. Dan jika Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi, artinya ada sesuatu yang bisa saya pelajari dari kejadian tersebut, sehingga bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih bai

"Saya percaya, semua yang terjadi dalam hidup saya adalah atas seijin Tuhan. Dan jika Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi, artinya ada sesuatu yang bisa saya pelajari dari kejadian tersebut, sehingga bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semua yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup saya adalah untuk kebaikan saya. Karena itu, saya selalu bersyukur atas semua perkara yang boleh saya alami dan belajar daripadanya."

Fey saat menjalani pengobatan

Kehidupan tak pernah luput dari kegagalan

Pada Oktober 2016, ssecara tidak sengaja saya melakukan pemeriksaan fisik dan ditemukan kanker. Kanker serviks stadium 1B. saat pertama kali mendengar vonis tersebut, saya kaget karena selama itu saya sudah hidup dengan pola hidup sehat. Namun saya tidak kecil hati, saya focus mencari solusi untuk pengobatan.

Saat itu, dokter di Indonesia menyarankan saya untuk operasi pengangkatan Rahim. Namun saat itu saya sudah Bersiap untuk partisipasi marathon di Kuba. Saya menolak operasi.  Dan saya tetap pergi ke Kuba untuk Marathon, dan juga berwisata di Karibia. Di perjalanan pulang ke Indonesia, saya terpikir untuk melakukan pemeriksaan ulang di Singapore.

Saat itu dari hasil pemeriksaan di Singapore, terdiagnosa kanker serviks stadium 4B. Saat itu, saya hanya memastikan bahwa semua perawatan yg dilakukan, bukan hanya untuk membuat saya “sekedar” hidup bernafas. Tapi juga memastikan bahwa setelah semua perawatan, saya bisa tetap menjalani hidup saya dengan baik. Bagi saya, hidup bukan sekedar tentang bernafas. Bagi saya, hidup adalah tentang belajar, bertumbuh dan berkontribusi bagi Masyarakat sekitar.

Setelah mendapat penjelasan dari dokter di Singapore tentang efek dari perawatan, saya memutuskan untuk tidak melakukan perawatan kanker secara konvensional di Singapura, karena bagi saya terdengar efek samping nya akan membuat saya “berhenti menjalankan hidup yang sesungguhnya”.

Dalam perjalanan Kembali ke Jakarta, kebetulan sepanjang karir saya selalu berhubungan dekat dengan teknologi, saya berpikir bahwa penyakit kanker sudah ada puluhan tahun di dunia, seharusnya ada teknologi baru untuk perawatan kanker yang bisa bekerja lebih baik terutama dalam menjaga kualitas hidup setelah kanker.

 

Tahun 2016, mengikuti marathon di Praha

Semua adalah rencana terbaik-Nya

Berdasarkan research yang saya lakukan, saya menemukan adanya minimal invasive therapy di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Singkat cerita, pada Desember 2016, saya datang ke China dengan harapan besar. Namun perkembangan penyakitnya di luar perkiraan, kanker serviks berkembang menjadi stadium IV (ukuran tumor sekitar 6,2cm x 3,7cm) dan menyebar ke rektum, hati, dan kandung kemih. Tim medis MDT merumuskan rencana pengobatan untuk saya: Intervensi + terapi natural dan peningkatan kekebalan. Setelah satu sesi pengobatan, saya merasa fisik dan mental saya perlahan membaik. Selama proses pengobatan, saya sering mendaki Gunung Baiyun yang tidak jauh dari rumah sakit, dimulai dengan langkah demi langkah yang sulit, hingga kemudian bisa mencapai puncak gunung.

Saya sangat puas dengan proses dan efek pengobatannya. Yang paling sulit adalah prosesnya, tetapi para dokter dan perawat di sini sangat ramah, mendengarkan saya dengan sabar, dan dengan tulus merawat dan membantu saya, hal ini sangat menyentuh hati saya.

 

Hasil CT Fey sebelum dan sesudah pengobatan

Pada Juni 2017, saya melakukan pemeriksaan ulang seperti biasa. Dokter memberi tahu saya kabar baik, CT menunjukkan bahwa aktivitas sel kanker hampir “menghilang” dan semua indikator mendekati normal. Itu adalah hadiah ulang tahun terbaik yang saya dapatkan. Kebetulan saya berulang tahun di bulan Juni.

Saat itu, staf medis juga menyiapkan kue ulang tahun dan makanan lezat untuk merayakan ulang tahun saya. Saat mereka mengelilingi saya dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun, saya merasa beruntung dan diberkati.

 

Staf medis merayakan ulang tahun Fey

Berkat berlimpah yang diterima lewat Kanker.

Pada saat saya menjalani proses bergumul dengan kanker, saya banyak belajar tentang diri saya. Mengenal apa arti hidup yang sesungguhnya. Saat  saya dapat mengenal diri saya dengan baik dan mengenal arti hidup sesungguhnya, saya menjadi pribadi yang jauh lebih berbahagia dibandingkan sebelum saya mengalami kanker.

Selain belajar tentang diri sendiri dan arti hidup yang sesungguhnya, saya juga belajar hal- hal baru seperti Raw Food Cooking, dan Ayurvedic Cooking.

 

Fey bersama teman-teman di kelas memasak

 

Sertifikat kelas memasak milik Fey

Melanjutkan hidup yang saya nikmati.

Setelah sembuh dari kanker, saya bisa terus melanjutkan hidup saya. Melanjutkan hal- hal yang saya sukai seperti menyelam laut, naik gunung, lari marathon, juga terus belajar hal- hal baru dan bertumbuh baik secara professional maupun pribadi serta terus berkontribusi bagi sekitar saya. Salah satu kontribusi saya di bidang profesional diakui dengan pemberian penghargaan dari Forbes Indonesia di April 2021 sebagai Inspiring Women. Terima kasih kepada St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang telah memberikan saya perawatan yang baik, yang memungkinkan saya meneruskan hidup dengan kualitas hidup yang baik walau setelah kanker.

Setelah perawatan kanker, saya masih bisa diving lagi

Selama masa perawatan, saya masih bisa berlatih angkat beban, procycling, lari.. mendapat penghargaan dari fitness first

Saya berhasil menyelesaikan marathon 42KM di Himalaya

Pada Maret 2018, setelah mengucapkan selamat tinggal pada kanker, saya Kembali melanjutkan hidup saya, dan salah satunya meneruskan salah satu hobi saya dalam olah raga yaitu lari marathon.. Saya berhasil menyelesaikan marathon 42KM di Himalaya. Proses ini sangat sulit karena pegunungan Himalaya berada pada ketinggian yang sangat tinggi dimana oksigen nya sedikit dan juga medan yang cukup berat. Di saat- saat saya kesulitan melanjutakan lari, terlintas di benak saya wajah para pasien kanker. Saya persembahkan setiap kilometer untuk mereka, berharap mereka akan terus memberikan yang terbaik berjuang melawan kanker, kemudian berhasil dan sehat kembali. Saya terus berlari satu kilometer demi satu kilometer hingga tanpa terasa 42KM selesai dilalui.

 

Maret 2018, Fey mengikuti marathon di Pegunungan Himalaya

Saya seorang penyintas kanker

Pada Oktober 2023, saya menghadiri gathering penyintas kanker yang diadakan Kantor Perwakilan Jakarta St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelah 8 tahun, sekarang saya berbagi pengalaman saya sebagai penyintas kanker, dan saya merasa sangat bersyukur dan terberkati. Kanker telah mengajarkan saya makna hidup yang sesungguhnya, melalui kanker saya terberkati dan dapat berbagi berkat tersebut dengan orang lain yang membutuhkan.

Oktober 2023, Fey mengikuti gathering penyintas kanker yang diadakan Kantor Perwakilan Jakarta

Saya seorang pejuang kanker

Pada November 2023, saya datang lagi ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Kedatangan kali ini, untuk melakukan immunotherapy dan sekaligus menghadiri acara reuni penyintas kanker bertemakan “In Long Years of Fighting Cancer, Feeling Warm in Modern Cancer Hospital”. Apa yang saya nantikan adalah saya dapat bertemu kembali dengan staf medis yang merawat saya dan memiliki kesempatan untuk berterima kasih lagi kepada mereka atas ketulusan dan kebaikan mereka dalam merawat saya dahulu.

Selama masa pengobatan kanker, saya sangat berterima kasih kepada dr. Yao dan Suster Lili atas bantuannya yang luar biasa dan ketulusannya. Rasa terima kasih saya tidak ada habisnya. Saya persembahkan medali marathon 42KM di Himalaya sebagai rasa terima kasih saya yang mendalam, juga untuk mengatakan bahwa kebaikan dokter dan suster tidak hanya memberkati saya tapi juga berkat tersebut mengalir ke lebih banyak orang yang mendapatkan inspirasi dari cerita dan pengalaman saya dalam menghadapi kanker.

 

Fey memberikan medali marathon di Himalaya kepada perawat

Diberkati untuk Menjadi Berkat.

Tuhan memberkati saya melalui pengalaman dengan kanker. Saya ingin terus membagikan berkah ini, saya menulis buku tentang bagaimana saya menghadapi tantangan dalam hidup saya termasuk kanker, dan dengan kebaikan Tuhan, dapat mengubah tantangan tersebut menjadi berkat; dengan harapan saya dapat menularkan harapan baik kepada orang lain.

Judul buku ini adalah “Masterpiece in the Making” karena saya percaya setiap dari kita diciptakan sebagai mahakarya Ilahi. Untuk merealisasikan mahakarya yang ada dalam diri kita seutuhnya, setiap dari kita perlu belajar menempa diri melalui berbagi kesempatan dan kejadian termasuk dari tantangan sulit dalam hidup seperti kanker dan tantangan hidup lainnya.

Saya percaya bahwa dibalik kesulitan selalu ada berkat yang menunggu. Saat kita tidak menyerah terus memberikan yang terbaik, kesulitan tersebut dapat berubah menjadi berkat tak terhingga.

Selama pandemi, saya Bersama-sama dengan Benihbaik dan Bank Mandiri melakukan penggalangan dana untuk membantu orang- orang yang terdampak oleh kanker.

 

Buku yang ditulis oleh Fey setelah berhasil menaklukkan kanker

Fey berbagi harapan melalui sharing the story tentang perjuangan menghadapi kanker di acara TV Kick Andy ( metro tv)



Penghargaan dari forbes Indonesia sebagai inspiring women, atas kontribusi Fey dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia ( april 2021)

“Saya selalu percaya bahwa ada versi diri kita yang lebih besar dalam diri kita masing-masing. Saat menghadapi kanker atau kesulitan lainnya, selama kita berani menghadapi tantangan, tidak menyerah, terus memberikan yang terbaik, maka kita bisa menaklukkan apa yang perlu kita taklukkan. Saya berharap teman-teman yang sedang menghadapi kanker atau kesulitan apa pun, jangan pernah menyerah dan hadapi tantangan dengan berani!”

 

Kata-kata penyemangat Fey untuk pasien lain

Pengobatan Kanker

Teknologi Minimal Invasif

Implantasi Partikel
Implantasi Partikel
Penanaman Biji Partikel atau disebut juga sebagai “Pisau Partikel” adalah inovasi baru pengobatan kanker minimal invasif dalam dunia medis internasional selain operasi dan radioterapi eksternal. Pertama-tama akan dihitung sinar energi yang sesuai
Combined Knife
Combined Knife
Sistem kombinasi Cryosurgery suhu rendah, bukan pisau bedah yang sebenarnya. Melalui satu atau lebih jarum ablasi, nitrogen cair akan digunakan untuk ablasi dingin-panas tumor. Karena jangkauan pengobatan ini akurat, minim kesalahan, maka metode ini d
Drug-Eluting Beads TACE
Drug-Eluting Beads TACE
Apa itu Drug-Eluting Beads TACE? Drug-eluting beads TACE (DEB TACE) adalah sebuah teknologi intervensi untuk pengobatan tumor. Yaitu manik-manik kecil yang terbuat dari bahan seperti polimer atau keramik, memiliki kisaran ukuran tertentu dan di dalamn
Intervensi
Intervensi
Definisi Terapi intercurrent adalah terapi minimal invasif yang menggunakan panduan alat imaging kedokteran, yang dibagi menjadi dua jenis yaitu intercurrent melalui pembuluh darah dan tanpa melalui pembuluh darah. Hanya bedah kecil 1-2 mm, melalui pa
Nanoknife
Nanoknife
Teknologi “Nanoknife” telah mendapat ijin untuk diterapkan secara klinis oleh FDA Amerika sejak Oktober 2011, teknologi ini juga telah mendapat pengakuan dari CE (Conformité Europeenne). Beberapa tahun terakhir, metode ini mulai banyak digunakan oleh 100 rumah sakit kanker di seluruh dunia. Seperti yang diketahui, Modern Cancer Hospital Guangzhou akhir-akhir ini juga telah berhasil menerapkan metode Nanoknife pada seorang pasien kanker pankreas, hanya dalam waktu 2 hari, tumor menghilang da
Terapi Microwave Ablation
Terapi Microwave Ablation
Microwave-Ablation-(MWA)-dilakukan-di-bawah-panduan-alat-CT Saat ini Microwave Ablation (MWA) menjadi terapi inaktivasi tertinggi dalam metode pengobatan tumor non-bedah. Kelebihan utamanya adalah tingkat keamanan yang tinggi, tingkat kekambuhan yang rendah, serta beban yang ringan pada pasien.Pengaruh karbonisasi jaringan pada Microwave Ablation (MWA) sangat kecil, dapat menghasilkan daerah kerusakan yang cukup besar. 1. Kelebihan Siklus Pendinginan Kuantiti Dalam Metode Microwave Ablation (MWA
Kisah Pasien
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Adenokarsinoma urachal
Tan Tanty Bintari
IndonesiaKelangsungan hidup 1 th
“Dalam perjalanan panjang melawan kanker, kita mungkin mengalami naik turun layaknya mendaki gunung. Namun kita tidak perlu takut, teknologi pengobatan dan pelayanan medis yang berkualitas, (memilih rumah sakit yang tepat, teknologi medis yang maju
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker payudara stadium II
Indahwati Iwan
IndonesiaKelangsungan hidup 12 th
Didiagnosis kanker payudara stadium II, saya memilih pengobatan Minimal Invasif Nama saya Indahwati Iwan dari Surabaya, Indonesia. Sejak tahun 2011 hingga 2023, saya telah berhasil melawan kanker selama 12 tahun. Dariyang awalnya panik dan cemas saat
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker kelenjar parotis
Lau Bee Geok
MalaysiaKelangsungan hidup 4 th
"Beberapa hari setelah Brachytherapy, tumor di pipi kanan saya mengecil secara signifikan. Saya sangat terkejut dengan efeknya dan sangat puas dengan pengobatan ini!" Begitu memasuki kamar Bibi Liu, dia tidak sabar untuk berbagi kisah pengobatannya. S
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Serviks stadium IV
Haryati Lawidjaja(Fey)
IndonesiaKelangsungan hidup 8 th
"Saya percaya, semua yang terjadi dalam hidup saya adalah atas seijin Tuhan. Dan jika Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi, artinya ada sesuatu yang bisa saya pelajari dari kejadian tersebut, sehingga bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih bai
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker payudara
Asia
IndonesiaKelangsungan hidup 8 th
Pada tanggal 15 November 2023, rumah sakit kami mengadakan acara reuni penyintas kanker di Basis Pelatihan Pengobatan Onkologi Terintegrasi “Belt and Road”. Acara tersebut mengundang 9 penyintas kanker internasional dari berbagai negara untuk berb
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker Hati
Vo Van Hoa
VietnamKelangsungan hidup 5 th
Pada tanggal 15 November 2023, pada Acara Reuni Penyintas Kanker di Basis Pelatihan Pengobatan Onkologi Terintegrasi “Belt and Road” yang diadakan oleh rumah sakit kami, Biksu Vo Van Hoa, seorang penyintas kanker dari Vietnam yang menderita kanker
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker Lambung
Nguyen Thanh Tun
VietnamKelangsungan hidup 6 th
Nguyen Thanh Tung berasal dari Hanoi, Vietnam. Ketika ia tampil di acara reuni penyintas kanker 2023 yang diadakan di rumah sakit kami, tidak ada yang tahu bahwa pria dengan wajah tegas dan tubuh ramping ini sudah berusia 66 tahun. Mengenakan setelan
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker Lambung Stadium III
TEONG MENG ENG
“Dokter setempat tidak akan banyak menjelaskan mengenai pengobatan kepada kami. Mereka biasanya datang dan pergi terburu-buru. Tapi dokter di sini akan selalu peduli dengan pasien dan menjelaskan hal-hal terkait pengobatan sampai pasien dan keluarga
Ahli Medis
Liu Yuansheng
Liu Yuansheng
Kepala Ahli Onkologi
Dokter kepala
Keahlian:Ahli dalam kemoterapi, Metode Minimal Invasif, bioterapi dan Terapi Bertarget untuk berbagai tumor padat, terutama tumor bagian dada seperti kanker esofagus, kanker paru, kanker payudara, limfoma, dan
Peng Xiaochi
Peng Xiaochi
Kepala Bangsal Onkologi Internasional
Dokter Kepala
Keahlian:Terapi bertarget Minimal Invasif/ kemoterapi/ metode gabungan pengobatan Timur dan Barat untuk tumor padat
Lin Jing
Lin Jing
Dokter Jaga
Wakil Kepala Bangsal Onkologi Internasional
Keahlian:Ahli dalam pengobatan komprehensif seperti terapi bertarget minimal invasif, imunoterapi, kemoterapi, radioterapi, terapi endokrin untuk tumor padat. Ahli dalam endoskopi gastrointestinal, implantasi
Ma Xiaoying
Ma Xiaoying
Wakil Dokter Kepala
Kepala Bangsal Onkologi Lantai 7
Keahlian:Terlibat dalam pekerjaan klinis onkologi selama lebih dari 20 tahun, mengumpulkan pengalaman klinis yang kaya. Ahli dalam kemoterapi, terapi endokrin, terapi molekul bertarget dan imunoterapi untuk pe
Song Shijun
Song Shijun
Kepala Ahli Onkologi
Dokter kepala
Keahlian:Ahli dalam kemoterapi, Metode Minimal Invasif, bioterapi dan Terapi Bertarget untuk berbagai tumor padat, terutama tumor bagian dada seperti kanker esofagus, kanker paru, kanker payudara, limfoma, dan
Dai Wenyan
Dai Wenyan
Kepala Bangsal Onkologi Lantai 8, Kepala Pusat Spesialis Tumor
Wakil Dokter Kepala
Keahlian:Ahli dalam semua jenis Metode Minimal Invasif untuk kanker, terutama kemoterapi, Terapi Bertarget, berbagai tindakan Metode Minimal Invasif komprehensif dan pengobatan yang dipersonalisasikan untuk ka
Zhao Yifan
Zhao Yifan
Dokter Penanggung Jawab
Dokter Residen Bangsal Onkologi Lantai 8
Keahlian:Ahli dalam diagnosis dan pengobatan berbagai tumor padat yang umum, ahli dalam menerapkan TCM dan akupuntur untuk pengobatan tumor
Shen Shiheng
Shen Shiheng
Dokter Penanggung Jawab
Dokter Residen Bangsal Onkologi Lantai 8
Keahlian:Ahli dalam diagnosis dan pengobatan komprehensif berbagai tumor padat yang umum
Form IconHubungi Kami
Nama:
Nomor Telp*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kisah Pasien

Berkat Intervensi Minimal Invasif, setelah kanker Stadium 4, saya bisa melanjutkan hidup dengan baik. ——Serangkaian Laporan Acara Reuni Penyintas Kanker Bertema "In Long Years of Fighting Cancer, Feeling Warm in Modern Cancer Hospital"

124
0
Haryati Lawidjaja(Fey)
Haryati Lawidjaja(Fey)
"Saya percaya, semua yang terjadi dalam hidup saya adalah atas seijin Tuhan. Dan jika Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi, artinya ada sesuatu yang bisa saya pelajari dari kejadian tersebut, sehingga bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih bai

"Saya percaya, semua yang terjadi dalam hidup saya adalah atas seijin Tuhan. Dan jika Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi, artinya ada sesuatu yang bisa saya pelajari dari kejadian tersebut, sehingga bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semua yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup saya adalah untuk kebaikan saya. Karena itu, saya selalu bersyukur atas semua perkara yang boleh saya alami dan belajar daripadanya."

Fey saat menjalani pengobatan

Kehidupan tak pernah luput dari kegagalan

Pada Oktober 2016, ssecara tidak sengaja saya melakukan pemeriksaan fisik dan ditemukan kanker. Kanker serviks stadium 1B. saat pertama kali mendengar vonis tersebut, saya kaget karena selama itu saya sudah hidup dengan pola hidup sehat. Namun saya tidak kecil hati, saya focus mencari solusi untuk pengobatan.

Saat itu, dokter di Indonesia menyarankan saya untuk operasi pengangkatan Rahim. Namun saat itu saya sudah Bersiap untuk partisipasi marathon di Kuba. Saya menolak operasi.  Dan saya tetap pergi ke Kuba untuk Marathon, dan juga berwisata di Karibia. Di perjalanan pulang ke Indonesia, saya terpikir untuk melakukan pemeriksaan ulang di Singapore.

Saat itu dari hasil pemeriksaan di Singapore, terdiagnosa kanker serviks stadium 4B. Saat itu, saya hanya memastikan bahwa semua perawatan yg dilakukan, bukan hanya untuk membuat saya “sekedar” hidup bernafas. Tapi juga memastikan bahwa setelah semua perawatan, saya bisa tetap menjalani hidup saya dengan baik. Bagi saya, hidup bukan sekedar tentang bernafas. Bagi saya, hidup adalah tentang belajar, bertumbuh dan berkontribusi bagi Masyarakat sekitar.

Setelah mendapat penjelasan dari dokter di Singapore tentang efek dari perawatan, saya memutuskan untuk tidak melakukan perawatan kanker secara konvensional di Singapura, karena bagi saya terdengar efek samping nya akan membuat saya “berhenti menjalankan hidup yang sesungguhnya”.

Dalam perjalanan Kembali ke Jakarta, kebetulan sepanjang karir saya selalu berhubungan dekat dengan teknologi, saya berpikir bahwa penyakit kanker sudah ada puluhan tahun di dunia, seharusnya ada teknologi baru untuk perawatan kanker yang bisa bekerja lebih baik terutama dalam menjaga kualitas hidup setelah kanker.

 

Tahun 2016, mengikuti marathon di Praha

Semua adalah rencana terbaik-Nya

Berdasarkan research yang saya lakukan, saya menemukan adanya minimal invasive therapy di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Singkat cerita, pada Desember 2016, saya datang ke China dengan harapan besar. Namun perkembangan penyakitnya di luar perkiraan, kanker serviks berkembang menjadi stadium IV (ukuran tumor sekitar 6,2cm x 3,7cm) dan menyebar ke rektum, hati, dan kandung kemih. Tim medis MDT merumuskan rencana pengobatan untuk saya: Intervensi + terapi natural dan peningkatan kekebalan. Setelah satu sesi pengobatan, saya merasa fisik dan mental saya perlahan membaik. Selama proses pengobatan, saya sering mendaki Gunung Baiyun yang tidak jauh dari rumah sakit, dimulai dengan langkah demi langkah yang sulit, hingga kemudian bisa mencapai puncak gunung.

Saya sangat puas dengan proses dan efek pengobatannya. Yang paling sulit adalah prosesnya, tetapi para dokter dan perawat di sini sangat ramah, mendengarkan saya dengan sabar, dan dengan tulus merawat dan membantu saya, hal ini sangat menyentuh hati saya.

 

Hasil CT Fey sebelum dan sesudah pengobatan

Pada Juni 2017, saya melakukan pemeriksaan ulang seperti biasa. Dokter memberi tahu saya kabar baik, CT menunjukkan bahwa aktivitas sel kanker hampir “menghilang” dan semua indikator mendekati normal. Itu adalah hadiah ulang tahun terbaik yang saya dapatkan. Kebetulan saya berulang tahun di bulan Juni.

Saat itu, staf medis juga menyiapkan kue ulang tahun dan makanan lezat untuk merayakan ulang tahun saya. Saat mereka mengelilingi saya dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun, saya merasa beruntung dan diberkati.

 

Staf medis merayakan ulang tahun Fey

Berkat berlimpah yang diterima lewat Kanker.

Pada saat saya menjalani proses bergumul dengan kanker, saya banyak belajar tentang diri saya. Mengenal apa arti hidup yang sesungguhnya. Saat  saya dapat mengenal diri saya dengan baik dan mengenal arti hidup sesungguhnya, saya menjadi pribadi yang jauh lebih berbahagia dibandingkan sebelum saya mengalami kanker.

Selain belajar tentang diri sendiri dan arti hidup yang sesungguhnya, saya juga belajar hal- hal baru seperti Raw Food Cooking, dan Ayurvedic Cooking.

 

Fey bersama teman-teman di kelas memasak

 

Sertifikat kelas memasak milik Fey

Melanjutkan hidup yang saya nikmati.

Setelah sembuh dari kanker, saya bisa terus melanjutkan hidup saya. Melanjutkan hal- hal yang saya sukai seperti menyelam laut, naik gunung, lari marathon, juga terus belajar hal- hal baru dan bertumbuh baik secara professional maupun pribadi serta terus berkontribusi bagi sekitar saya. Salah satu kontribusi saya di bidang profesional diakui dengan pemberian penghargaan dari Forbes Indonesia di April 2021 sebagai Inspiring Women. Terima kasih kepada St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang telah memberikan saya perawatan yang baik, yang memungkinkan saya meneruskan hidup dengan kualitas hidup yang baik walau setelah kanker.

Setelah perawatan kanker, saya masih bisa diving lagi

Selama masa perawatan, saya masih bisa berlatih angkat beban, procycling, lari.. mendapat penghargaan dari fitness first

Saya berhasil menyelesaikan marathon 42KM di Himalaya

Pada Maret 2018, setelah mengucapkan selamat tinggal pada kanker, saya Kembali melanjutkan hidup saya, dan salah satunya meneruskan salah satu hobi saya dalam olah raga yaitu lari marathon.. Saya berhasil menyelesaikan marathon 42KM di Himalaya. Proses ini sangat sulit karena pegunungan Himalaya berada pada ketinggian yang sangat tinggi dimana oksigen nya sedikit dan juga medan yang cukup berat. Di saat- saat saya kesulitan melanjutakan lari, terlintas di benak saya wajah para pasien kanker. Saya persembahkan setiap kilometer untuk mereka, berharap mereka akan terus memberikan yang terbaik berjuang melawan kanker, kemudian berhasil dan sehat kembali. Saya terus berlari satu kilometer demi satu kilometer hingga tanpa terasa 42KM selesai dilalui.

 

Maret 2018, Fey mengikuti marathon di Pegunungan Himalaya

Saya seorang penyintas kanker

Pada Oktober 2023, saya menghadiri gathering penyintas kanker yang diadakan Kantor Perwakilan Jakarta St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelah 8 tahun, sekarang saya berbagi pengalaman saya sebagai penyintas kanker, dan saya merasa sangat bersyukur dan terberkati. Kanker telah mengajarkan saya makna hidup yang sesungguhnya, melalui kanker saya terberkati dan dapat berbagi berkat tersebut dengan orang lain yang membutuhkan.

Oktober 2023, Fey mengikuti gathering penyintas kanker yang diadakan Kantor Perwakilan Jakarta

Saya seorang pejuang kanker

Pada November 2023, saya datang lagi ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Kedatangan kali ini, untuk melakukan immunotherapy dan sekaligus menghadiri acara reuni penyintas kanker bertemakan “In Long Years of Fighting Cancer, Feeling Warm in Modern Cancer Hospital”. Apa yang saya nantikan adalah saya dapat bertemu kembali dengan staf medis yang merawat saya dan memiliki kesempatan untuk berterima kasih lagi kepada mereka atas ketulusan dan kebaikan mereka dalam merawat saya dahulu.

Selama masa pengobatan kanker, saya sangat berterima kasih kepada dr. Yao dan Suster Lili atas bantuannya yang luar biasa dan ketulusannya. Rasa terima kasih saya tidak ada habisnya. Saya persembahkan medali marathon 42KM di Himalaya sebagai rasa terima kasih saya yang mendalam, juga untuk mengatakan bahwa kebaikan dokter dan suster tidak hanya memberkati saya tapi juga berkat tersebut mengalir ke lebih banyak orang yang mendapatkan inspirasi dari cerita dan pengalaman saya dalam menghadapi kanker.

 

Fey memberikan medali marathon di Himalaya kepada perawat

Diberkati untuk Menjadi Berkat.

Tuhan memberkati saya melalui pengalaman dengan kanker. Saya ingin terus membagikan berkah ini, saya menulis buku tentang bagaimana saya menghadapi tantangan dalam hidup saya termasuk kanker, dan dengan kebaikan Tuhan, dapat mengubah tantangan tersebut menjadi berkat; dengan harapan saya dapat menularkan harapan baik kepada orang lain.

Judul buku ini adalah “Masterpiece in the Making” karena saya percaya setiap dari kita diciptakan sebagai mahakarya Ilahi. Untuk merealisasikan mahakarya yang ada dalam diri kita seutuhnya, setiap dari kita perlu belajar menempa diri melalui berbagi kesempatan dan kejadian termasuk dari tantangan sulit dalam hidup seperti kanker dan tantangan hidup lainnya.

Saya percaya bahwa dibalik kesulitan selalu ada berkat yang menunggu. Saat kita tidak menyerah terus memberikan yang terbaik, kesulitan tersebut dapat berubah menjadi berkat tak terhingga.

Selama pandemi, saya Bersama-sama dengan Benihbaik dan Bank Mandiri melakukan penggalangan dana untuk membantu orang- orang yang terdampak oleh kanker.

 

Buku yang ditulis oleh Fey setelah berhasil menaklukkan kanker

Fey berbagi harapan melalui sharing the story tentang perjuangan menghadapi kanker di acara TV Kick Andy ( metro tv)



Penghargaan dari forbes Indonesia sebagai inspiring women, atas kontribusi Fey dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia ( april 2021)

“Saya selalu percaya bahwa ada versi diri kita yang lebih besar dalam diri kita masing-masing. Saat menghadapi kanker atau kesulitan lainnya, selama kita berani menghadapi tantangan, tidak menyerah, terus memberikan yang terbaik, maka kita bisa menaklukkan apa yang perlu kita taklukkan. Saya berharap teman-teman yang sedang menghadapi kanker atau kesulitan apa pun, jangan pernah menyerah dan hadapi tantangan dengan berani!”

 

Kata-kata penyemangat Fey untuk pasien lain

Form IconHubungi Kami
Nama:
Nomor Telp*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Jakarta Office
Surabaya Office
Jakarta Office