Jakarta Office
0812 978 978 59
0877 7739 2017
Surabaya Office
0878 556 556 99
0813 9999 5089
Medan Office
0813 1888 5166
0852 8110 1081
Bahasa
  • ID
  • Eng
  • Thai
  • CN
Kisah Pasien

Menolak kemoterapi, Terapi Minimal Invasif Membantu Saya Melawan Kanker

Dibaca:
191
Dibagikan:
0
Rumani
Rumani
Indonesia,Kelangsungan hidup 10 th
Rumani, seorang pasien adenokarsinoma papiler ovarium, karena di Indonesia ia gagal melakukan pengobatan tradisional China, ia pun datang ke Modern Cancer Hospital Guangzhou, dan setelah melalui 7 kali terapi Intervensi yang dipadukan dengan Imunisasi

Adenokarsinoma Papiler Ovarium, Pengobatan Kanker, Modern Cancer Hospital Guangzhou, Intervensi, Imunisasi Biologi.

  Rumani dan Suami 

Ia merias wajahnya dengan sederhana, mengenakan topi putih, tersenyum dari waktu ke waktu, terlihat bermartabat dan cantik, membuat orang-orang tidak akan menyangka bahwa ia adalah seorang pasien yang sudah lama tersiksa kanker. Ia adalah seorang pasien adenokarsinoma papiler ovarium berusia 67 tahun asal Indonesia, 1 tahun yang lalu, ia yang masih hidup bahagia bersama suami dan anak-anaknya di Jakarta, tak pernah terpikir bagaimana dirinya bisa menerima siksaan seperti ini.

Duka : Kanker yang tersembunyi pada sebuah operasi kecil

Desember 2013, Rumani tiba-tiba merasa sakit di perut bawah sebelah kanannya, dan mengalami serangan paroksismal, sakit yang berulang pada bagian perutnya membuat Rumani dan keluarganya khawatir, kemudian hasil CT scan di rumah sakit setempat membuktikan kecurigaan mereka, ternyata di perut bawah sebelah kanan Rumani terdapat benjolan, pada 6 januari 2014, dokter setempat memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan, awalnya ia hanya mengira ini adalah sebuah operasi kecil, operasi usus buntu yang sederhana, sayangnya pada saat melakukan operasi, dokter menemukan adanya invasi tumor pada bagian kanan perutnya, terjadi adhesi serius pada tumor ovarium dan jaringan disekitarnya, sehingga tidak bisa diangkat, jadi dokter memutuskan untuk memotong usus buntunya setelah mengelupas jaringan sekitar tumor. Setelah operasi, Rumani kembali terdiagnosa "Adenokarsinoma papiler ovarium dengan metastase ke usus buntu" di rumah sakit setempat.

Setelah mendengar diagnose dari dokter, Rumani dan keluarganya pun hanyut dalam kesedihan, "Dokter setempat menyarankan saya untuk melakukan kemoterapi, namun kami menolak," kata Rumani. Karena seorang kakaknya meninggal setelah menjalani kemoterapi di Singapura, Rumani menolak saran pengobatan dari dokter. Secara kebetulan, Rumani diberitahu temannya, bahwa pengobatan tradisional China memiliki efek yang baik terhadap pengobatan kanker, mereka pun memutuskan untuk melakukan pengobatan sendiri di rumah menggunakan obat-obatan China. Namun, sudah hampir 2 bulan ia melakukan pengobatan sendiri dan kondisinya masih tidak kunjung membaik, sel kankernya malah menyebar, dan kondisinya semakin memburuk.

Harapan : Teknologi baru pengobatan kanker, meringankan rasa sakit akibat kemoterapi

Ketika seluruh keluarga mengkhawatirkan keadaan Rumani, adik laki-lakinya mendengar tentang Modern Cancer Hospital Guangzhou, "Saya dengar di sana terdapat teknologi baru pengobatan kanker, kami pun memutuskan untuk pergi melihatnya," Rumani dan suaminya pun datang ke kantor perwakilan rumah sakit di Jakarta, "Dokter di kantor perwakilan menunjukkan kepada kami video tentang Intervensi, Cryosurgery, dan Penanaman biji partikel, serta menunjukkan foto-foto pasien kanker sebelum dan sesudah menjalani pengobatan, saya tidak pernah mendengar teknologi-teknologi ini di Indonesia, metode yang tidak memerlukan kemoterapi seluruh badan," cerita Rumani dengan ceria. Namun, anak-anak Rumani masih mengkhawatirkannya yang akan pergi berobat di luar negeri, "Mereka khawatir di sini saya terhalang bahasa, tidak cocok dengan kehidupan di sini, tetapi ini semua dapat saya atasi.” Saat menceritakan hal ini, wajah Rumani dan suami menyimpan penuh arti, saat ini ia 4 kali datang ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan, di rumah sakit ia menemukan banyak pasien yang juga berasal dari Indonesia, selama menjalani pengobatan, mereka saling memberikan dukungan dan kenyamanan, sehingga tidak perlu khawatir akan merasa kesepian selama di rumah sakit.

Kejutan : Terapi Intervensi dan Imunisasi Biologi membuat tumornya menyusut 90%

12 maret 2014, dengan bantuan staff kantor perwakilan yang ada di Indonesia, Rumani dan suaminya datang ke Modern Cancer Hospital Guangzhou, "Staff kantor membantu kami mengurus segala yang diperlukan untuk keberangkatan, begitu turun dari pesawat, sudah ada orang yang menjemput kami, semua menjadi sangat mudah", di depan kamera, Rumani dan suami terus memuji pelayanan rumah sakit. Setelah masuk rumah sakit, Rumani didiagnosis terkena "adenokarsinoma papiler ovarium dengan metastase ke usus buntu pasca operasi", ukuran tumor sekitar 5x8cm. Dengan cepat rumah sakit membentuk tim MDT untuk melakukan pengobatan terhadapnya, setelah berdiskusi, diputuskan menggunakan "Intervensi + Terapi Imunisasi biologi”. Dokter Lai PeiSheng, yang menangani Rumani menjelaskan, terapi Imunisasi biologi adalah metode yang meningkatkan jumlah sel-sel kekebalan tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker untuk mencapai efektifitas pengobatan, untuk mencegah dan mengurangi kekambuhan dan metastasis dari kanker ovarium. Sedangkan Intervensi biasanya cocok untuk pasien yang tidak ingin menjalani operasi, melalui embolisasi dan perfusi menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor, dan pada akhirnya membuat kanker mati kelaparan. Saat ini, sudah kali yang ke-4 Rumani dirawat di rumah sakit, setelah melalui 7 kali terapi Intervensi yang dipadukan dengan Imunisasi biologi, sekarang tumornya telah menyusut 90%, ukurannya kini menjadi 3x2cm. Berbicara mengenai efektifitas pengobatan, dengan gembira ia mengatakan, “Setelah pengobatan ke 3 selesai, tubuh saya jauh lebih baik, saat ini semangat saya sangat baik, banyak kegiatan yang diadakan oleh rumah sakit, termasuk tur ke guangzhou tower dan kelas bahasa mandarin, semuanya saya ikuti," cerita Rumani dengan penuh senyum.

  

Beberapa hari lagi Rumani akan segera meninggalkan rumah sakit, ia dan suami yang senang berjalan-jalan, akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Shanghai dan tempat-tempat lainnya, "Selama saya tinggal di rumah sakit, selain kepedulian dan perhatian dari para perawat, saya juga berterima kasih kepada suami saya yang selalu menemani, ia memberikan saya cinta yang selamanya tidak akan pernah bisa saya balas,” ia menceritakannya dengan oenuh perasaan, suaminya yang ada di sisinya pun memberikan sebuah ciuman penuh kasih sebagai dorongan, ia pun membalasnya sebagai ungkapan terimakasih. Pasangan suami istri ini memiliki kepercayaan Kristen, mereka percaya, bahwa optimisme adalah arti sebenarnya dari kehidupan, dan karena semangat optimis inilah, mereka melawan kanker tanpa rasa takut dan penyesalan, yang membuat mereka pada akhirnya dapat mengatasi penyakit ini.

Pengobatan Kanker

Teknologi Minimal Invasif

Drug-Eluting Beads TACE
Drug-Eluting Beads TACE
Drug-eluting beads TACE (DEB TACE) adalah sebuah teknologi intervensi untuk pengobatan tumor. Yaitu manik-manik kecil yang terbuat dari bahan seperti polimer atau keramik, memiliki kisaran ukuran tertentu dan di dalamnya terkandung obat antitumor.
Implantasi Partikel
Implantasi Partikel
Penanaman Biji Partikel atau disebut juga sebagai “Pisau Partikel” adalah inovasi baru pengobatan kanker minimal invasif dalam dunia medis internasional selain operasi dan radioterapi eksternal. Pertama-tama akan dihitung sinar energi yang sesuai
Combined Knife
Combined Knife
Combined Knife adalah sistem kombinasi Cryosurgery suhu rendah, bukan pisau bedah yang sebenarnya. Melalui satu atau lebih jarum ablasi, nitrogen cair akan digunakan untuk ablasi dingin-panas tumor.
Nanoknife
Nanoknife
Nanoknife memiliki keunggulan yaitu lebih cepat dan aman. Nanoknife bersumber dari Irreversible Electroporation (IRE), “menyerang” kanker dengan tegangan 1500-3000 volt. Setelah mukosa sel terkena nanopores, sel kanker akan mati dalam waktu singkat, dan setelah sel kanker mati, sel fagosit dalam tubuh akan melahap puing-puing sel yang sudah mati, sehingga lokasi pengobatan dapat digantikan dengan sel normal, dan tubuh pasien dapat kembali normal.
Intervensi
Intervensi
Terapi intervensi adalah terapi minimal invasif yang menggunakan panduan alat imaging kedokteran, yang dibagi menjadi dua jenis yaitu intervensi melalui pembuluh darah dan tanpa melalui pembuluh darah. Hanya bedah kecil 1-2 mm, melalui panduan alat imaging seperti CT, kemudian melakukan tusukan, dan memasukkan kateter khusus, kawat pemandu dan alat canggih lainnya langsung dipandu masuk ke dalam tubuh
Terapi Microwave Ablation
Terapi Microwave Ablation
Microwave Ablation (MWA) menjadi terapi inaktivasi tertinggi dalam metode pengobatan tumor non-bedah. Kelebihan utamanya adalah tingkat keamanan yang tinggi, tingkat kekambuhan yang rendah, serta beban yang ringan pada pasien.Pengaruh karbonisasi jaringan pada Microwave Ablation (MWA) sangat kecil, dapat menghasilkan daerah kerusakan yang cukup besar.
Terapi Photodynamic
Terapi Photodynamic
Pisau Foton
Pisau Foton
Kisah Pasien
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker urakal
Tan Tanty Bintari
IndonesiaKelangsungan hidup 1 th
“Dalam perjalanan panjang melawan kanker, kita mungkin mengalami naik turun layaknya mendaki gunung. Namun kita tidak perlu takut, teknologi pengobatan dan pelayanan medis yang berkualitas, (memilih rumah sakit yang tepat, teknologi medis yang maju
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker payudara stadium II
Indahwati Iwan
IndonesiaKelangsungan hidup 12 th
Didiagnosis kanker payudara stadium II, saya memilih pengobatan Minimal Invasif Nama saya Indahwati Iwan dari Surabaya, Indonesia. Sejak tahun 2011 hingga 2023, saya telah berhasil melawan kanker selama 12 tahun. Dariyang awalnya panik dan cemas saat
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker kelenjar parotis
Lau Bee Geok
MalaysiaKelangsungan hidup 4 th
"Beberapa hari setelah Brachytherapy, tumor di pipi kanan saya mengecil secara signifikan. Saya sangat terkejut dengan efeknya dan sangat puas dengan pengobatan ini!" Begitu memasuki kamar Bibi Liu, dia tidak sabar untuk berbagi kisah pengobatannya. S
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Serviks stadium IV
Haryati Lawidjaja(Fey)
IndonesiaKelangsungan hidup 8 th
"Saya percaya, semua yang terjadi dalam hidup saya adalah atas seijin Tuhan. Dan jika Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi, artinya ada sesuatu yang bisa saya pelajari dari kejadian tersebut, sehingga bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih bai
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker payudara
Asia
IndonesiaKelangsungan hidup 8 th
Pada tanggal 15 November 2023, rumah sakit kami mengadakan acara reuni penyintas kanker di Basis Pelatihan Pengobatan Onkologi Terintegrasi “Belt and Road”. Acara tersebut mengundang 9 penyintas kanker internasional dari berbagai negara untuk berb
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker Hati
Vo Van Hoa
VietnamKelangsungan hidup 5 th
Pada tanggal 15 November 2023, pada Acara Reuni Penyintas Kanker di Basis Pelatihan Pengobatan Onkologi Terintegrasi “Belt and Road” yang diadakan oleh rumah sakit kami, Biksu Vo Van Hoa, seorang penyintas kanker dari Vietnam yang menderita kanker
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker Lambung
Nguyen Thanh Tun
VietnamKelangsungan hidup 6 th
Nguyen Thanh Tung berasal dari Hanoi, Vietnam. Ketika ia tampil di acara reuni penyintas kanker 2023 yang diadakan di rumah sakit kami, tidak ada yang tahu bahwa pria dengan wajah tegas dan tubuh ramping ini sudah berusia 66 tahun. Mengenakan setelan
https://www.cancercenter.id/templets/images/defaultpic.jpg
Kanker Lambung Stadium III
TEONG MENG ENG
“Dokter setempat tidak akan banyak menjelaskan mengenai pengobatan kepada kami. Mereka biasanya datang dan pergi terburu-buru. Tapi dokter di sini akan selalu peduli dengan pasien dan menjelaskan hal-hal terkait pengobatan sampai pasien dan keluarga
Ahli Medis
Peng Xiaochi
Peng Xiaochi
Kepala Bangsal Onkologi Internasional
Dokter Kepala
Keahlian:Terapi bertarget Minimal Invasif/ kemoterapi/ metode gabungan pengobatan Timur dan Barat untuk tumor padat
Lin Jing
Lin Jing
Dokter Penanggung Jawab
Wakil Kepala Bangsal Onkologi Internasional
Keahlian:Ahli dalam pengobatan komprehensif seperti terapi bertarget minimal invasif, imunoterapi, kemoterapi, radioterapi, terapi endokrin untuk tumor padat. Ahli dalam endoskopi gastrointestinal, implantasi
Ma Xiaoying
Ma Xiaoying
Wakil Dokter Kepala
Kepala Bangsal Onkologi Lantai 7
Keahlian:Terlibat dalam pekerjaan klinis onkologi selama lebih dari 20 tahun, mengumpulkan pengalaman klinis yang kaya. Ahli dalam kemoterapi, terapi endokrin, terapi molekul bertarget dan imunoterapi untuk pe
Song Shijun
Song Shijun
Kepala Ahli Onkologi
Dokter kepala
Keahlian:Ahli dalam kemoterapi, Metode Minimal Invasif, bioterapi dan Terapi Bertarget untuk berbagai tumor padat, terutama tumor bagian dada seperti kanker esofagus, kanker paru, kanker payudara, limfoma, dan
Dai Wenyan
Dai Wenyan
Kepala Bangsal Onkologi Lantai 8, Kepala Pusat Spesialis Tumor
Wakil Dokter Kepala
Keahlian:Ahli dalam semua jenis Metode Minimal Invasif untuk kanker, terutama kemoterapi, Terapi Bertarget, berbagai tindakan Metode Minimal Invasif komprehensif dan pengobatan yang dipersonalisasikan untuk ka
Zhao Yifan
Zhao Yifan
Dokter Penanggung Jawab
Dokter Residen Bangsal Onkologi Lantai 8
Keahlian:Ahli dalam diagnosis dan pengobatan berbagai tumor padat yang umum, ahli dalam menerapkan TCM dan akupuntur untuk pengobatan tumor
Shen Shiheng
Shen Shiheng
Dokter Penanggung Jawab
Dokter Residen Bangsal Onkologi Lantai 8
Keahlian:Ahli dalam diagnosis dan pengobatan komprehensif berbagai tumor padat yang umum
Zhai Xueli
Zhai Xueli
Dokter Penanggung Jawab
Dokter Jaga Bangsal Onkologi Lantai 7
Keahlian:Ahli dalam diagnosis dan pengobatan tumor padat seperti kanker paru, kanker payudara, kanker lambung, kanker hati, tumor ginekologi serta penerapan metode Minimal Invasif seperti Intervensi, Combined
Form IconHubungi Kami
Nama:
Diagnosis*
Nomor Telp*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kisah Pasien

Menolak kemoterapi, Terapi Minimal Invasif Membantu Saya Melawan Kanker

191
0
Rumani
Rumani
Indonesia,Kelangsungan hidup 10 th
Rumani, seorang pasien adenokarsinoma papiler ovarium, karena di Indonesia ia gagal melakukan pengobatan tradisional China, ia pun datang ke Modern Cancer Hospital Guangzhou, dan setelah melalui 7 kali terapi Intervensi yang dipadukan dengan Imunisasi

Adenokarsinoma Papiler Ovarium, Pengobatan Kanker, Modern Cancer Hospital Guangzhou, Intervensi, Imunisasi Biologi.

  Rumani dan Suami 

Ia merias wajahnya dengan sederhana, mengenakan topi putih, tersenyum dari waktu ke waktu, terlihat bermartabat dan cantik, membuat orang-orang tidak akan menyangka bahwa ia adalah seorang pasien yang sudah lama tersiksa kanker. Ia adalah seorang pasien adenokarsinoma papiler ovarium berusia 67 tahun asal Indonesia, 1 tahun yang lalu, ia yang masih hidup bahagia bersama suami dan anak-anaknya di Jakarta, tak pernah terpikir bagaimana dirinya bisa menerima siksaan seperti ini.

Duka : Kanker yang tersembunyi pada sebuah operasi kecil

Desember 2013, Rumani tiba-tiba merasa sakit di perut bawah sebelah kanannya, dan mengalami serangan paroksismal, sakit yang berulang pada bagian perutnya membuat Rumani dan keluarganya khawatir, kemudian hasil CT scan di rumah sakit setempat membuktikan kecurigaan mereka, ternyata di perut bawah sebelah kanan Rumani terdapat benjolan, pada 6 januari 2014, dokter setempat memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan, awalnya ia hanya mengira ini adalah sebuah operasi kecil, operasi usus buntu yang sederhana, sayangnya pada saat melakukan operasi, dokter menemukan adanya invasi tumor pada bagian kanan perutnya, terjadi adhesi serius pada tumor ovarium dan jaringan disekitarnya, sehingga tidak bisa diangkat, jadi dokter memutuskan untuk memotong usus buntunya setelah mengelupas jaringan sekitar tumor. Setelah operasi, Rumani kembali terdiagnosa "Adenokarsinoma papiler ovarium dengan metastase ke usus buntu" di rumah sakit setempat.

Setelah mendengar diagnose dari dokter, Rumani dan keluarganya pun hanyut dalam kesedihan, "Dokter setempat menyarankan saya untuk melakukan kemoterapi, namun kami menolak," kata Rumani. Karena seorang kakaknya meninggal setelah menjalani kemoterapi di Singapura, Rumani menolak saran pengobatan dari dokter. Secara kebetulan, Rumani diberitahu temannya, bahwa pengobatan tradisional China memiliki efek yang baik terhadap pengobatan kanker, mereka pun memutuskan untuk melakukan pengobatan sendiri di rumah menggunakan obat-obatan China. Namun, sudah hampir 2 bulan ia melakukan pengobatan sendiri dan kondisinya masih tidak kunjung membaik, sel kankernya malah menyebar, dan kondisinya semakin memburuk.

Harapan : Teknologi baru pengobatan kanker, meringankan rasa sakit akibat kemoterapi

Ketika seluruh keluarga mengkhawatirkan keadaan Rumani, adik laki-lakinya mendengar tentang Modern Cancer Hospital Guangzhou, "Saya dengar di sana terdapat teknologi baru pengobatan kanker, kami pun memutuskan untuk pergi melihatnya," Rumani dan suaminya pun datang ke kantor perwakilan rumah sakit di Jakarta, "Dokter di kantor perwakilan menunjukkan kepada kami video tentang Intervensi, Cryosurgery, dan Penanaman biji partikel, serta menunjukkan foto-foto pasien kanker sebelum dan sesudah menjalani pengobatan, saya tidak pernah mendengar teknologi-teknologi ini di Indonesia, metode yang tidak memerlukan kemoterapi seluruh badan," cerita Rumani dengan ceria. Namun, anak-anak Rumani masih mengkhawatirkannya yang akan pergi berobat di luar negeri, "Mereka khawatir di sini saya terhalang bahasa, tidak cocok dengan kehidupan di sini, tetapi ini semua dapat saya atasi.” Saat menceritakan hal ini, wajah Rumani dan suami menyimpan penuh arti, saat ini ia 4 kali datang ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan, di rumah sakit ia menemukan banyak pasien yang juga berasal dari Indonesia, selama menjalani pengobatan, mereka saling memberikan dukungan dan kenyamanan, sehingga tidak perlu khawatir akan merasa kesepian selama di rumah sakit.

Kejutan : Terapi Intervensi dan Imunisasi Biologi membuat tumornya menyusut 90%

12 maret 2014, dengan bantuan staff kantor perwakilan yang ada di Indonesia, Rumani dan suaminya datang ke Modern Cancer Hospital Guangzhou, "Staff kantor membantu kami mengurus segala yang diperlukan untuk keberangkatan, begitu turun dari pesawat, sudah ada orang yang menjemput kami, semua menjadi sangat mudah", di depan kamera, Rumani dan suami terus memuji pelayanan rumah sakit. Setelah masuk rumah sakit, Rumani didiagnosis terkena "adenokarsinoma papiler ovarium dengan metastase ke usus buntu pasca operasi", ukuran tumor sekitar 5x8cm. Dengan cepat rumah sakit membentuk tim MDT untuk melakukan pengobatan terhadapnya, setelah berdiskusi, diputuskan menggunakan "Intervensi + Terapi Imunisasi biologi”. Dokter Lai PeiSheng, yang menangani Rumani menjelaskan, terapi Imunisasi biologi adalah metode yang meningkatkan jumlah sel-sel kekebalan tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker untuk mencapai efektifitas pengobatan, untuk mencegah dan mengurangi kekambuhan dan metastasis dari kanker ovarium. Sedangkan Intervensi biasanya cocok untuk pasien yang tidak ingin menjalani operasi, melalui embolisasi dan perfusi menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor, dan pada akhirnya membuat kanker mati kelaparan. Saat ini, sudah kali yang ke-4 Rumani dirawat di rumah sakit, setelah melalui 7 kali terapi Intervensi yang dipadukan dengan Imunisasi biologi, sekarang tumornya telah menyusut 90%, ukurannya kini menjadi 3x2cm. Berbicara mengenai efektifitas pengobatan, dengan gembira ia mengatakan, “Setelah pengobatan ke 3 selesai, tubuh saya jauh lebih baik, saat ini semangat saya sangat baik, banyak kegiatan yang diadakan oleh rumah sakit, termasuk tur ke guangzhou tower dan kelas bahasa mandarin, semuanya saya ikuti," cerita Rumani dengan penuh senyum.

  

Beberapa hari lagi Rumani akan segera meninggalkan rumah sakit, ia dan suami yang senang berjalan-jalan, akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Shanghai dan tempat-tempat lainnya, "Selama saya tinggal di rumah sakit, selain kepedulian dan perhatian dari para perawat, saya juga berterima kasih kepada suami saya yang selalu menemani, ia memberikan saya cinta yang selamanya tidak akan pernah bisa saya balas,” ia menceritakannya dengan oenuh perasaan, suaminya yang ada di sisinya pun memberikan sebuah ciuman penuh kasih sebagai dorongan, ia pun membalasnya sebagai ungkapan terimakasih. Pasangan suami istri ini memiliki kepercayaan Kristen, mereka percaya, bahwa optimisme adalah arti sebenarnya dari kehidupan, dan karena semangat optimis inilah, mereka melawan kanker tanpa rasa takut dan penyesalan, yang membuat mereka pada akhirnya dapat mengatasi penyakit ini.

Form IconHubungi Kami
Nama:
Nomor Telp*
Diagnosis*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Jakarta Office
Surabaya Office
Medan Office
Konsultasi
WA